Rabu, 05 September 2012


KENAKALAN REMAJA
“NARKOTIKA - HIV AIDS”

"Otak Manusia"
@) Manusia lahir mengandung 10 M sel saraf
@) Berat otak orang dewasa ± 1,25 kg
@) Normal
#) Usia ≥15 tahun. 1.000-10.000 sel mati/
    hari (secara normal)
#) Sel hidup : berefesiensi / berkembang
    lebih pesat dari sel yang mati, secara
    logika makin cerdas
#) Narkotika, dapat mematikan ratusan
    ribu sel saraf, dan tak sempat
    berefesiensi
  
Hanya 10 % orang-orang sukses yang mengerahkan seluruh kemampuan otaknya sebanyak 80 %


"Faktor Prepisposisi"


"Individual"
Ke individual anak-anak remaja pada zaman sekarang
@) Memiliki rasa ingin tahu, keterusan /
     ketagihan
@) Tak tegas menolak ajakan teman
@) Kompensasi terhadap
     #) Rasa kurang PD
     #) Rasa rendah diri
     #) Rasa tak di anggap
     #) Kurang berprestasi di sekolah
@) Ingin ngetop
@) Kurang relegius  
@) Persepsi yang suka salah : simbol hidup  
     modern 
 
Hanya 10 % orang-orang sukses yang mengerahkan seluruh kemampuan otaknya sebanyak 80 %

 
"Zat / obat"
@) Narkotika mudah di dapat
@) Informasi Narkotika berlebihan
@) Penggunaan Narkotika dalam terapi
     berlebihan.

"Stadium penyalahgunaan Narkotika"
@) Rasa ingin tahu yang berlebihan
@) Prustasi, stres
@) Pola penggunaan potologis
@) Rekreasi, reuni, santai
@) Toleransi ( menghargai, mengerti akan
     keadaan )

"Dampak kejiwaan Narkotika yang paling buruk bagi remaja"
@) Gangguan fungsi kognitif
@) Daya nalar
     #) Daya ingat
     #) Daya konsentrasi
@) Tak peduli dengan diri sendiri dan masa
     depan
@) Mudah terserang penyakit HIV /
    AIDS


"Stadium penyalah gunaan virus HIV / AIDS"
@) Berhubungan intim dengan berganti-ganti
     pasangan.
@) Melalui jarum suntik yang di pakai secara
     bergantian
@) Melalui garis keluarga / darah yang
     bersangkutan

"Gejala HIV / AIDS"
@) Korengan
@) Panas demam terus bertambah
@) Tampak benjolan-benjolan yang menyerupai
     bisul
@) Kulit mengelupas
@) Terjadi inveksi pada alat kelamin
@) Bahkan dapat menimbulkan pendarahan yang
    tak henti.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar