HUBUNGAN PARITAS DAN STATUS GIZI IBU DENGAN KEJADIAN
BAYI
BERAT LAHIR RENDAH (BBLR)
Angka kematian bayi (AKB) adalah
banyaknya kematian bayi yang berusia dibawah satu tahun per 1000 kelahiran
hidup pada satu tahun tertentu. Kematian bayi adalah yang terjadi antara saat
setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu bulan (Jimmy, 2010)
Menurut Worls Health Organization (WHO), AKB masih tinggi yaitu sebesar
10.000 jiwa pertahun. Tingginya AKB mencapai 35 per 1000 kelahiran hidup, AKB
58 per 1000 kelahiran hidup (Depkes RI, 2007)
WHO telah mengganti istilah premature baby dengan low birth weight baby (Bayi dengan berat
lahir rendah = BBLR) hal ini dilakukan karena tidak semua bayi dengan berat
kurang dari 2500 gram pada waktu lahir bayi premature (Winkjosastro, 2006)
Menurunkan Insiden BBLR hingga
sepertiganya menjadi salah satu tujuan utama “A World Fit For Children” hingga tahun 2010 sesuai deklarasi dan
rencana kerja United Nations General
Assembly Special Session on Children in 2002. Lebih dari 20 juta bayi di
seluruh dunia (15,5%) dari seluruh kelahiran, merupakan BBLR di Asia adalah 22%
(Rahayu, 2009)
Prevalensi BBLR diperkirakan 15% dari
seluruh kelahiran di dunia dengan batasan 3,3% dan lebih sering terjadi di
Negara-negara berkembang atau sosio-ekonomi rendah. Secara statistik
menunjukkan 90% kejadian BBLR didapatkan di Negara-negara berkembang dan angka
kematiannya 35 kali lebih tinggi dibandingkan pada bayi dengan berat lahir
lebih dari 2500 gram (Dipo, 2009)
Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah
bayi dengan berat badan kurang dari 2500
gram pada saat kelahirannya (Indrasanto dkk, 2008). BBLR merupakan bayi
(neonatus) yang lahir dengan memiliki berat badan kurang dari 2500 gram atau
2499 gram (Hidayat, 2500)
Menurut Sarwono (2006), pada tahun 1979
WHO membagi umur kehamilan dalam 3 kelompok yaitu:
1.
Preterm adalah
kurang dari 37 minggu lengkap (kurang dari 259 hari)
2.
Aterm adalah
mulai dari 37 minggu sampai dengan kurang dari 42 minggu lengkap (259 sampai
293 hari)
3.
Post-term adalah
42 minggu lengkap atau lebih (294 hari atau lebih)
Penyebab
terjadinya BBLR
Penyebab terbanyak terjadinya BBLR
adalah kelahiran premature. Faktor ibu yang lain adalah Umur, Paritas,
Pendidikan, Status Ekonomi, Status Gizi, dan Lain-lain. Faktor plasenta seperti
penyakit Vaskuler, Kehamilan Kembar/Ganda, serta faktor janin juga penyebab
terjadinya BBLR (Winkjosastro, 2006)
Menurut Winkjosastro (2006),
faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya BBLR adalah malnutrisi, umur
ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, jumlah anak dan jarak
kehamilan yang terlalu dekat.
Menurut Arief Zr dkk (2009), BBLR dapat
disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:
a.
Faktor Ibu
1.
Penyakit:
a)
Toksemia
Gravidarum
b)
Perdarahan
Antepartum
c)
Trauma fisik dan
fsikologis
d)
Nefritis Akut
e)
Diabetes Mellitus
f)
Anemia
2.
Usia Ibu:
a)
Usia < 16
tahun
b)
Usia < 35
tahun
c)
Multigravida yang
jarak kelahirannya terlalu dekat
3.
Keadaan sosial
ekonomi
a)
Pendidikan ibu
b)
Pekerjaan ibu
c)
Status ekonomi
b.
Faktor janin
1.
Hidramnion
2.
Kehamilan ganda
3.
Kelainan kromosom
c.
Faktor lingkungan
1.
Tempat tinggal
dataran tinggi
2.
Radiasi
3.
Zat-zat racun
Gambaran
Klinis
Tampak luar dari tingkah laku bayi
prematur tergantung dari tuanya umur kehamilan. Makin muda umur kehamilan makin
jelas tanda-tanda immaturitas. Karakteristik untuk bayi prematur adalah berat
lahir sama dengan atau kurang dari 2500 gram, panjang badan kurang atau sama
dengan 45 cm, lingkaran dada kurang dari 30 cm, lingkaran kepala kurang dari 33
cm, umur kehamilan kurang dari 37 minggu (Winkjosastro, 2006)
Kepala relatif lebih besar dari
badannya, kulit tipis, transparan, lanugonya banyak, lemak subkutan kurang,
sering tampak peristaltik usus. Tengisnya lemah dan jarang, pernapasan tidak
teratur dan sering timbul apnea. Bila hal ini sering terjadi dan tiap serangan
lebih dari 20 detik maka kemungkinan timbulnya kerusakan otak yang permanen
lebih besar. Otot-otot masih hipotonik, sehingga sikap selalu dalam keadaan
kedua paha dalam abduksi, sendi lutut dan pergelangan kaki dalam fleksi, kepala
mengarah kesatu sisi. Reflex tonik otot leher lemah dan reflex moro positif. Gerakan
otot jarang akan tetapi lebih baik dari pada bayi satu bulan, daya isap lemah,
terutama pada hari-hari pertama (Sarwono, 2006)
Klasifikasi
Klasifikasi
BBLR terdiri dari 2 kelompok yaitu:
a.
Klasifikasi Berdasarkan
Berat Badan yaitu:
1.
Bayi Berat Lahir Rendah
(BBLR) adalah bayi dengan berat lahir 1500-2500 gram
2.
Bayi Berat Lahir Sangat
Rendah (BBLSR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 1500 gram
3.
Bayi Berat Lahir
Amat Sangat Rendah (BBLASR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 1000
gram.
(Syaifuddin, 2002)
b.
Klasifikasi Berdasarkan
Usia
1.
Prematuritas Murni
Prematuritas Murni adalah bayi yang lahir dengan
kehamilan kurang dari 37 minggu dan mempunyai berat badan sesuai dengan masa
kehamilan atau biasa disebut Neonatus Kurang Bulan Sesuai Masa Kehamilannya
(NKB-SMK) dengan gambaran klinis (karakteristik) yang dijumpai:
a.
Berat lahir ≤ 2500 gram, panjang badan ≤ 45 cm, lingkar dada < 30 cm, lingkar kepala <
33 cm.
b.
Masa gestasi, 37
minggu
c.
Kepala relatif
besar dari badannya
d.
Kulit tipis,
transparan, tampak mengkilat dan licin
e.
Lanugonya banyak
terutama pada dahi, pelipis, telinga, dan tangan
f.
Lemak subkutan
kurang sehingga suhu tubuh mudah menjadi hipotermi
g.
Ubun-ubun dan
sutura lebar
h.
Genitalia belum
sempurna, labia miyora belum menutupi labia minora (pada perempuan), pada
laki-laki testis belum turun.
i.
Pembuluh darah
kulit banyak terlihat sehingga peristaltic usus dapat terlihat.
j.
Rambut tipis,
halus, dan teranyam
k.
Tulang rawan dan
daun telinga immature (elastisitas daun telinga masih kurang sempurna)
l.
Puting susu belum
terbentuk dengan baik
m.
Pergerakan kurang
dan lemah
n.
Banyak tidur,
tangis lemah dan jarang, pernafasan tidak teratur dan kepala mengarah satu sisi
o.
Otot-otot masih
hipotonik, sehingga sikap selalu dalam keadaan kedua paha abduksi, sendi lutut
dan pergelangan kaki dalam keadaan fleksi atau lurus dan kepala mengarah kesatu
sisi.
p.
Refleks tonick
neck lemah
q.
Refleks menghisap
dan menelan serta refleks batuk belum sempurna.
(Saifuddin, 2002)
2.
Dismaturitas
Dismaturitas adalah bayi yang lahir dengan berat
badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa kehamilan. Hal ini karena
mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan dan merupakan bayi yang kecil
untuk masa kehamilannya (KMK). Dismaturitas dapat terjadi dalam preterm, aterm,
dan posterm dengan gambaran klinik/karakteristik yang dijumpai:
a.
Pre-term sama
dengan bayu prematuritas murni.
b.
Aterm dan Post
aterm:
-
Kulit berselubung
verniks caeseosa tipis/tidak ada.
-
Kulit pucat/bernoda
mekonium, kering, keriput, tipis
-
Jaringan lemak
dibawah kulit tipis
-
Bayi tampak
gesit, aktif dan kuat
-
Tali pusat
berwarna kuning kehijauan.
(Depkes, 2002)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar