Sabtu, 15 September 2012




HUBUNGAN PARITAS DAN STATUS GIZI IBU DENGAN KEJADIAN
BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR)



         Angka kematian bayi (AKB) adalah banyaknya kematian bayi yang berusia dibawah satu tahun per 1000 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu. Kematian bayi adalah yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu bulan (Jimmy, 2010)

         Menurut Worls Health Organization (WHO), AKB masih tinggi yaitu sebesar 10.000 jiwa pertahun. Tingginya AKB mencapai 35 per 1000 kelahiran hidup, AKB 58 per 1000 kelahiran hidup (Depkes RI, 2007)

         WHO telah mengganti istilah premature baby dengan low birth weight baby (Bayi dengan berat lahir rendah = BBLR) hal ini dilakukan karena tidak semua bayi dengan berat kurang dari 2500 gram pada waktu lahir bayi premature (Winkjosastro, 2006)

         Menurunkan Insiden BBLR hingga sepertiganya menjadi salah satu tujuan utama “A World Fit For Children” hingga tahun 2010 sesuai deklarasi dan rencana kerja United Nations General Assembly Special Session on Children in 2002. Lebih dari 20 juta bayi di seluruh dunia (15,5%) dari seluruh kelahiran, merupakan BBLR di Asia adalah 22% (Rahayu, 2009)

         Prevalensi BBLR diperkirakan 15% dari seluruh kelahiran di dunia dengan batasan 3,3% dan lebih sering terjadi di Negara-negara berkembang atau sosio-ekonomi rendah. Secara statistik menunjukkan 90% kejadian BBLR didapatkan di Negara-negara berkembang dan angka kematiannya 35 kali lebih tinggi dibandingkan pada bayi dengan berat lahir lebih dari 2500 gram (Dipo, 2009)

         Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat badan  kurang dari 2500 gram pada saat kelahirannya (Indrasanto dkk, 2008). BBLR merupakan bayi (neonatus) yang lahir dengan memiliki berat badan kurang dari 2500 gram atau 2499 gram (Hidayat, 2500)

         Menurut Sarwono (2006), pada tahun 1979 WHO membagi umur kehamilan dalam 3 kelompok yaitu:

1.     Preterm adalah kurang dari 37 minggu lengkap (kurang dari 259 hari)

2.    Aterm adalah mulai dari 37 minggu sampai dengan kurang dari 42 minggu lengkap (259 sampai 293 hari)

3.    Post-term adalah 42 minggu lengkap atau lebih (294 hari atau lebih)



Penyebab terjadinya BBLR

         Penyebab terbanyak terjadinya BBLR adalah kelahiran premature. Faktor ibu yang lain adalah Umur, Paritas, Pendidikan, Status Ekonomi, Status Gizi, dan Lain-lain. Faktor plasenta seperti penyakit Vaskuler, Kehamilan Kembar/Ganda, serta faktor janin juga penyebab terjadinya BBLR (Winkjosastro, 2006)

         Menurut Winkjosastro (2006), faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya BBLR adalah malnutrisi, umur ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, jumlah anak dan jarak kehamilan yang terlalu dekat.

         Menurut Arief Zr dkk (2009), BBLR dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

a.     Faktor Ibu

1.     Penyakit:

a)    Toksemia Gravidarum

b)    Perdarahan Antepartum

c)    Trauma fisik dan fsikologis

d)    Nefritis Akut

e)    Diabetes Mellitus

f)    Anemia

2.    Usia Ibu:

a)    Usia < 16 tahun

b)    Usia < 35 tahun

c)    Multigravida yang jarak kelahirannya terlalu dekat

3.    Keadaan sosial ekonomi

a)    Pendidikan ibu

b)    Pekerjaan ibu

c)    Status ekonomi


b.    Faktor janin

1.     Hidramnion

2.    Kehamilan ganda

3.    Kelainan kromosom


c.     Faktor lingkungan

1.     Tempat tinggal dataran tinggi

2.    Radiasi

3.    Zat-zat racun


Gambaran Klinis

         Tampak luar dari tingkah laku bayi prematur tergantung dari tuanya umur kehamilan. Makin muda umur kehamilan makin jelas tanda-tanda immaturitas. Karakteristik untuk bayi prematur adalah berat lahir sama dengan atau kurang dari 2500 gram, panjang badan kurang atau sama dengan 45 cm, lingkaran dada kurang dari 30 cm, lingkaran kepala kurang dari 33 cm, umur kehamilan kurang dari 37 minggu (Winkjosastro, 2006)

         Kepala relatif lebih besar dari badannya, kulit tipis, transparan, lanugonya banyak, lemak subkutan kurang, sering tampak peristaltik usus. Tengisnya lemah dan jarang, pernapasan tidak teratur dan sering timbul apnea. Bila hal ini sering terjadi dan tiap serangan lebih dari 20 detik maka kemungkinan timbulnya kerusakan otak yang permanen lebih besar. Otot-otot masih hipotonik, sehingga sikap selalu dalam keadaan kedua paha dalam abduksi, sendi lutut dan pergelangan kaki dalam fleksi, kepala mengarah kesatu sisi. Reflex tonik otot leher lemah dan reflex moro positif. Gerakan otot jarang akan tetapi lebih baik dari pada bayi satu bulan, daya isap lemah, terutama pada hari-hari pertama (Sarwono, 2006)


Klasifikasi

Klasifikasi BBLR terdiri dari 2 kelompok yaitu:

a.     Klasifikasi Berdasarkan Berat Badan yaitu:

1.     Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir 1500-2500 gram

2.    Bayi Berat Lahir Sangat Rendah (BBLSR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 1500 gram

3.    Bayi Berat Lahir Amat Sangat Rendah (BBLASR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 1000 gram.

(Syaifuddin, 2002)

b.    Klasifikasi Berdasarkan Usia

1.     Prematuritas Murni

Prematuritas Murni adalah bayi yang lahir dengan kehamilan kurang dari 37 minggu dan mempunyai berat badan sesuai dengan masa kehamilan atau biasa disebut Neonatus Kurang Bulan Sesuai Masa Kehamilannya (NKB-SMK) dengan gambaran klinis (karakteristik) yang dijumpai:

a.     Berat lahir 2500 gram, panjang badan 45 cm, lingkar dada < 30 cm, lingkar kepala < 33 cm.

b.    Masa gestasi, 37 minggu

c.     Kepala relatif besar dari badannya

d.    Kulit tipis, transparan, tampak mengkilat dan licin

e.    Lanugonya banyak terutama pada dahi, pelipis, telinga, dan tangan

f.     Lemak subkutan kurang sehingga suhu tubuh mudah menjadi hipotermi

g.    Ubun-ubun dan sutura lebar

h.    Genitalia belum sempurna, labia miyora belum menutupi labia minora (pada perempuan), pada laki-laki testis belum turun.

i.     Pembuluh darah kulit banyak terlihat sehingga peristaltic usus dapat terlihat.

j.     Rambut tipis, halus, dan teranyam

k.     Tulang rawan dan daun telinga immature (elastisitas daun telinga masih kurang sempurna)

l.     Puting susu belum terbentuk dengan baik

m.    Pergerakan kurang dan lemah

n.    Banyak tidur, tangis lemah dan jarang, pernafasan tidak teratur dan kepala mengarah satu sisi

o.     Otot-otot masih hipotonik, sehingga sikap selalu dalam keadaan kedua paha abduksi, sendi lutut dan pergelangan kaki dalam keadaan fleksi atau lurus dan kepala mengarah kesatu sisi.

p.    Refleks tonick neck lemah

q.     Refleks menghisap dan menelan serta refleks batuk belum sempurna.

(Saifuddin, 2002)

2.    Dismaturitas

Dismaturitas adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa kehamilan. Hal ini karena mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan dan merupakan bayi yang kecil untuk masa kehamilannya (KMK). Dismaturitas dapat terjadi dalam preterm, aterm, dan posterm dengan gambaran klinik/karakteristik yang dijumpai:

a.     Pre-term sama dengan bayu prematuritas murni.

b.    Aterm dan Post aterm:

-        Kulit berselubung verniks caeseosa tipis/tidak ada.

-        Kulit pucat/bernoda mekonium, kering, keriput, tipis

-        Jaringan lemak dibawah kulit tipis

-        Bayi tampak gesit, aktif dan kuat

-        Tali pusat berwarna kuning kehijauan.

(Depkes, 2002)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar